Bintik Merah di Kulit Bayi, Apa yang Masuk Akal dan Mana yang Tidak?

Munculnya ruam atau bintik merah pada kulit bayi akan membuatnya khawatir. Ini normal karena kulitnya masih sensitif dan bayi harus beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Meski sudah umum, Anda harus mendapatkan diagnosa yang memadai dari dokter Anda tentang penyebab bintik merah. Karena bintik merah bisa muncul sebagai tanda adanya penyakit.

Bintik-bintik merah yang tampak pada kulit bayi sulit dibedakan. Entah itu karena gigitan serangga, panas berduri atau kondisi lain yang lebih serius. Bila bintik merah muncul tanpa gejala lain, bayi mungkin mengalami ruam ringan dan hilang dengan perawatan kulit yang tepat. Namun, jika ada gejala lain yang menyertainya, sebaiknya segera periksa kesehatan bayi Anda dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang benar.

Kondisi umum penyebab bintik merah pada kulit bayi

Kondisi ini biasa terjadi, namun harus diperhitungkan. Jika kondisinya memburuk, ia tidak pergi dan si bayi merasa tidak nyaman dengan syarat harus berkonsultasi ke dokter. Ini adalah kondisi umum yang menyebabkan munculnya bintik merah pada bayi, seperti:

1. Berdarah panas

Kondisi ini terjadi karena keringat terperangkap di bawah kulit karena pori-pori di kulit bayi tersumbat. Hal ini mungkin karena terpapar cuaca panas, kondisi kamar panas atau pakaian yang terlalu tebal. Saat bayi mengalami kondisi ini, biasanya ada bintik merah yang meregang dan gatal di sekitar leher, bahu, dada, ketiak, siku dan lipatan pangkal paha.

 

Baca  Juga: Tanda-Tanda Awal Kehamilan 1 Minggu

 

Kondisinya akan lebih baik jika bayi tidak berkeringat karena panas, pakailah pakaian katun longgar untuk menjaga agar ruam menjauh dari goresan dan, tentu saja, menyesuaikan suhu kamar bayi.

2. Ruam popok

Ruam popok terjadi di daerah sekitar pantat bayi atau di daerah yang ditutupi popok. Popok kotor bila tidak segera diganti akan menyebabkan kulit bayi menjadi merah, lembab dan menyebabkan iritasi. Kulit yang terpapar karena iritasi memungkinkan masuknya bakteri atau jamur dan memperburuk ruam popok. Untuk itu, si bayi harus rutin mengganti popoknya yang kotor. Kemudian, bersihkan dengan lap atau jaringan lembab sebelum memasangnya dengan popok baru.

3. Jerawat bayi

Jerawat masa kecil tidak sama dengan jerawat yang muncul pada kulit remaja atau orang dewasa. Jerawat ini menyebabkan benjolan kecil berwarna merah atau putih di sekitar pipi, hidung dan dahi bayi. Ini berkembang sekitar dua sampai empat minggu setelah kelahiran dan penyebabnya tidak diketahui.

Biasanya, jerawat pada bayi akan hilang sendiri selama tiga atau empat bulan tanpa meninggalkan bekas luka. Cuci muka bayi setiap hari dengan sabun ringan, tanpa menggunakan losion secara acak, dan tanpa menggosok atau mencubit area ruam, jerawat tidak akan bertambah parah dan hilang lebih cepat.

Kondisi serius bintik merah pada kulit bayi

Dilansir dari WebMD, bintik merah yang muncul di kulit bayi biasanya tidak berbahaya. Namun, Anda harus memperhatikan hal-hal berikut yang menunjukkan bahwa kondisinya diperparah saat bintik merah berubah menjadi vesikula (benjolan) yang mengandung cairan kekuningan buram atau bintik merah yang berubah ungu (petechiae). Inilah beberapa kondisi serius yang menyebabkan munculnya bintik merah pada kulit bayi yang harus diperhitungkan.

1. Eksim

Kondisi ini menyebabkan ruam kulit kronis yang menyebabkan kulit menjadi bintik merah, gatal, bersisik, dan terkadang terasa nyeri. Jika Anda melanjutkan dengan kartu itu akan menyebabkan iritasi kulit atau bisa menyebabkan bekas luka. Hal ini bisa terjadi pada bayi sekitar enam bulan dan terus bertambah seiring bertambahnya usia. Penyakit ini bisa terjadi di bagian manapun dari tubuh, namun cenderung tampak lebih sering di leher, pergelangan tangan, kaki, pergelangan kaki, siku atau lutut dan bagian bawah bayi.

Penyakit eksim yang paling umum pada bayi adalah dermatitis atopik. Hal ini dipicu oleh hal-hal yang bersifat alergen atau zat kimia yang mengiritasi kulit, seperti tungau debu, deterjen atau bulu hewan peliharaan. Tidak ada obat untuk kondisi ini. Namun, gejalanya bisa dikurangi dengan menggunakan krim atau pelembab yang direkomendasikan oleh dokter agar kulit tetap lembab.

2. Selulit dan impetigo

Selulitis disebabkan oleh infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus yang menyebabkan kulit terlihat merah, bengkak dan panas. Terkadang kondisi ini datang dengan demam. Ini harus segera diobati agar infeksi tidak menyebar dengan cepat.

Selain selulit, impetigo juga merupakan infeksi virus bakteri Streptococcus atau Staphylococcus yang masuk melalui pori-pori kulit terbuka karena cedera. Awalnya akan muncul bintik-bintik merah yang kemudian akan membengkak membentuk lentings dan akan pecah saat mereka terus digaruk. Cairan keluar ini bisa menularkan bakteri ke kulit di sekitarnya. Lesi yang tidak bisa pecah akan berkembang selama empat atau enam hari sampai kering dan membentuk kerak. Kondisi ini biasanya diobati dengan antibiotik yang direkomendasikan oleh dokter.

3. Varicella

Penyakit varicella disebabkan oleh virus dan ditandai dengan bintik merah, seperti gigitan nyamuk. Namun, dalam beberapa jam, bintik-bintik tersebut akan membentuk cairan yang berisi cairan. Rasanya sangat pedas dan sering disertai demam dan dalam waktu singkat bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit ini menular karena cairan yang bisa pecah jika terkena goresan. Jika bayi Anda mengalaminya, berkonsultasilah dengan dokter segera untuk minum atau salep. Setelah lima atau tujuh hari, bekas luka akan mengering dan tidak akan menularkan penyakit ini kepada orang lain. Cacar air dapat dicegah dengan vaksin varicella.

4. Kelima penyakit (kelima penyakit)

Penyakit kelima atau penyakit kelima adalah infeksi virus yang gejalanya awalnya ditandai dengan demam. Kemudian, bintik kemerahan akan muncul setelah seminggu kemudian di pipi dan pucat di sekitar mulut. Kondisi ini memberi kesan bahwa bayi adalah sindrom pipi yang menampar. Ruam bisa menyebar ke seluruh tubuh ke telapak tangan atau bahkan telapak kaki. Hal ini bisa terjadi selama satu atau tiga minggu.

5. Meningitis

Penyakit ini bisa menyebabkan ruam ungu pada kulit bayi. Gejala meningitis lainnya adalah demam, kulit pucat, muntah dan, tentu saja, membuat bayi rewel. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi lapisan sumsum tulang belakang oleh virus atau bakteri. Kondisi ini sangat serius dan membutuhkan pertolongan medis segera untuk menghindari komplikasi.